3 Ketaatan Kepada Allah Yang Akan
Menetramkan Jiwa Dan Raga yaitu sebagai berikut:
1. Pentingnya
Menautkan Hati Hanya Kepada Allah
Hikmah tauhin
yang tersirat pada pembahasan sebelumnya ialah hati tidak akan tenang,tenteram,
dan damai kecuali dengan tersambung dan sampai kepada Allah. Kecintaan dan
keinginan terhadap sesama makhluk tidak boleh ditujukan kepada dzatnya.
Karena
, tidak ada yang boleh diinginkan dan dicintai karena dzatnya kecuali Allah,
dan segala sesuatu pasti akan berpulang kepada-Nya. Mustahil jika segala
sesuatu berakhir kepada dua dzat berbeda, sebagaimana mustahilnya penciptaan
makhluk oleh dua dzat berbeda.
Maka itu,
siapa saja yang kecintaan, keinginan, kehendak, dan ketaatannya ditujukan
kepada selain Allah, niscaya semua itu akan sia-sia dan lenyap begitu saja,
bahkan orang tersebut akan ditinggalkan oleh sesuatu yang paling dibutuhkannya.
Sebaliknya, siapa saja yang cinta, harapan, dan kecemasannya hanya ditujukan
kepada Allah SWT, niscaya ia akan mendapatkan keuntungan abadi berupa
kenikmatan, kelezatan, kebahagiaan, dan keberkahan dari-Nya
2. Aturan di
balik Perintah dan musibah
Seorang hamba
Allah tidak akan terlepas dari perintah dan musibah dari-Nya. Ia membutuhkan,
bahkan sangat membutuhkan, pertolongan-Nya ketika menerima perintah sedangkan
ketika mendapatkan musibah, ia membutuhkan uluran kasih sayang-Nya.
Kasih sayang yang ia dapatkan ketika ditimpa musibah sebanding dengan kadar
perintah Allah yang dikerjakannya. Jika dia melaksanakan perintah itu secara
sempurna, lahir dan batin, niscaya ia akan mendapatkan kasih sayang secara
lahir dan batin.
Akan tetapi, jika perintah itu dilaksanakan dalam bentuk
lahirnya saja, tanpa mencakup hakikatnya, niscaya ia hanya akan memperoleh
kasih sayang secara lahiriah, namun sedikit sekali kasih sayang secara batin
yang diraihnya.
3. Kasih sayang secara batin
Apabila Anda bertanya: “Seperti apakah kasih sayang secara batin yang diperoleh hamba ketika ditimpa musibah?” maka kami jelaskan sebagai berikut. Kasih sayang secara batin adalah sesuatu yang akan menciptakan ketenangan dan kedamaian, serta menghilangkan keresahan, kegundahan, dan keluh kesah dari hati hamba ketika tertimpa musibah.
Apabila Anda bertanya: “Seperti apakah kasih sayang secara batin yang diperoleh hamba ketika ditimpa musibah?” maka kami jelaskan sebagai berikut. Kasih sayang secara batin adalah sesuatu yang akan menciptakan ketenangan dan kedamaian, serta menghilangkan keresahan, kegundahan, dan keluh kesah dari hati hamba ketika tertimpa musibah.
Pada kondisi
demikian, seorang hamba akan merendahkan diri di hadapan Rabbnya dengan penuh
rasa hina, memandang-Nya dengan hatinya, dan bersimpuh kepada-Nya dengan
segenap jiawanya. Pengakuan terhadap kasih sayang Allah telah menyibukkan
dirinya dari kepedihan deritanya.
Keyakinannya tentang kebaikan takdir Allah
membuatnya tidak merasakan lagi pahit musibahnya. Ia pun menyadari kalau
dirinya semata-mata seorang hamba yang—suka atau tidak suka—mesti menjalani
takdir Rabbnya. Jika ridha akan hal itu, niscaya ia akan mendapatkan
keridhaan-Nya.
Namun, jika ia tidak ridha, maka kemurkaan-Nyalah yang akan
diperolehnya.
Kasih sayang
secara batin ini merupakan buah dari mu’amalah
bathiniyah (keshalihan batin yang
disebutkan sebelumnya). Semakin shalih batinnya, semakin berkurang keshalihan
batinnya, maka semakin berkurang kasih sayang sayang secara batin yang
diraihnya.
referensi: buku Fawaidul Fawaid: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

EmoticonEmoticon